Mahasiswa UBL mengikuti gelaran NUDC 2018

NUDC (National University Debating Championship)/KDMI (Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia) 2018

National University Debating Championship (NUDC) adalah suatu kegiatan lomba debat antar mahasiswa universitas se Indonesia yang di laksanakan oleh LLDikti (dahulu Kopertis) seluruh wilayah, Wilayah 1 – 14.

Penyelenggaraan kegiatan ini dilaksanakan di Universitas Negeri Malang (UM) dari tanggal 15 – 21 Agustus 2018. Kegiatan ini adalah kegiatan yang pertama kali dilakukan oleh Kemristek Dikti dengan tujuan untuk menciptakan solidaritas antar anak bangsa dengan saling menghargai pendapat masing-masing yang akhirnya tercipta suatu perdamaian karena para mahasiswa ini adalah calon pemimpin-pemimpin bangsa di masa yang akan datang.

Masing-masing wilayah LLDikti mengirimkan 6 sampai 11 perwakilannya hasil dari kompetisi wilayah yang sudah dilaksanakan sekitar awal bulan Juni 2018 lalu. Universitas Bandar Lampung (UBL) sendiri merupakan bagian dari LLDikti wilayah 2 yang juga mengikuti kegiatan ini bersama dengan Universitas Sriwijaya, Universitas Bina Darma Palembang, Politeknik Negeri Sriwijaya, Universitas Teknokrat, Universitas Lampung, Universitas Bangka Belitung, dan Universitas Bengkulu. Seluruh perguruan tinggi ini diwakili oleh 2 mahasiswa sebagai debatersnya dan satu adjudicator. Semua bersaing secara sehat untuk menuju ke pertandingan internasional di Cape Town, Afrika Selatan. Dari hasil preliminary round yang dilaksanakan kemudian dipilih dua terbaik dari setiap wilayah untuk mengikut Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) 2018.

UBL dalam hal ini diwakili oleh dua debaters, Ade Chindra Mustika dan Debby Nauli N. (mahasiswa semester 3 ED, FKIP) dan satu adjudicator, Yanuarius Yanu Dharmawan.

Berikut adalah urutan tahapan yang harus dilalui sampai ke tingkat internasional.

 

  1. Tingkat Perguruan Tinggi

Perguruan tinggi melaksanakan seleksi untuk menentukan 1 (satu) tim NUDC terbaik yang terdiri atas 2 (dua) mahasiswa sebagai Debater dan 1 (satu) Adjudicator;  1 (satu) tim KDMI terbaik yang terdiri atas 3 (dua) mahasiswa sebagai Debater dan 1 (satu) Adjudicator.

  1. Tingkat Wilayah

Perguruan tinggi mendaftarkan 1 (satu) tim NUDC dan 1 (satu) tim KDMI terbaik ke Kopertis Wilayah masing-masing dengan menggunakan format terlampir untuk mengikuti seleksi tingkat wilayah. Pembagian perguruan tinggi tingkat wilayah dapat dilihat di dalam pedoman.

  1. Tingkat Nasional

Seleksi Tingkat Nasional akan diikuti oleh 112 tim NUDC dan 14 tim KDMI yang merupakan pemenang tingkat wilayah I s.d. XIV sesuai kuota. Adapun jumlah keseluruhan peserta NUDC tingkat nasional berjumlah 336 orang yang terdiri atas 224 mahasiswa Debaters dan 112 orang N1 Adjudicators; sedangkan jumlah keseluruhan peserta KDMI tingkat nasional berjumlah 56 orang yang terdiri atas 42 mahasiswa debaters dan 14 orang N1 Adjudicators.

Kuota/Usulan maksimal tiap Kopertis Wilayah adalah sebagai berikut.

No. Kopertis Kuota/Usulan
NUDC KDMI
1. Kopertis Wilayah I 9 1-2
2. Kopertis Wilayah II 8 1-2
3. Kopertis Wilayah III 11 1-2
4. Kopertis Wilayah IV 11 1-2
5. Kopertis Wilayah V 8 1-2
6. Kopertis Wilayah VI 9 1-2
7. Kopertis Wilayah VII 10 1-2
8. Kopertis Wilayah VIII 6 1-2
9. Kopertis Wilayah IX 8 1-2
10. Kopertis Wilayah X 8 1-2
11. Kopertis Wilayah XI 6 1-2
12. Kopertis Wilayah XII 6 1-2
13. Kopertis Wilayah XIII 6 1-2
14. Kopertis Wilayah XIV 6 1-2
  1. Tingkat Internasional

Satu tim NUDC terbaik setelah tujuh babak penyisihan dan 2 (dua) tim NUDC terbaik pada Grand Final Main Draw akan diprioritaskan untuk mewakili Indonesia mengikuti debat tingkat dunia  World University Debating Championship (WUDC) 2018 di Cape Town, Afrika Selatan.

Kegiatan debat berbahasa Inggris ini diikuti oleh seluruh fakultas/program studi yang dimiliki oleh universitas-universitas itu. Bahasa Inggris sudah dianggap sebagai suatu ‘default’ sehingga sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Yang perlu dipertanyakan adalah apakah mahasiswa bisa berdebat dengan mengemukakan berbagai analisis dan contoh yang bisa diterima oleh yang lain.

Seluruh tim wajib melakoni 7 (tujuh) babak preliminary. Dalam kegiatan ini 2 debaters UBL hanya berhasil meraih victory point (VP) 6 berkat hasil dari 2 kali berada di rank 1 dan 5 kali berada di rank 4. Hanya 32 tim yang diambil untuk dapat lolos ke babak 8 yang kemudian diambil 16 terbaik untuk ikut di babak 9. Pada babak grand final 4 (empat) universitas yang berhasil tembus adalah Universitas Bina Nusantara Jakarta (Binus), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Sriwijaya Palembang (Unsri), dan Universitas Indonesia (UI) Jakarta. Dua tim yang berhak mengikuti WUDC adalah Binus dan ITB yang berhasil meraih posisi 1 dan 2. Posisi ketiga ditempati oleh Unsri dan posisi keempat diraih oleh UI.

Dalam kegiatan ini juga dilakukan lomba debat tingkat novice (pemula) yang bisa diikuti oleh universitas-universitas yang memang belum pernah mengikuti kegiatan debat tingkat nasional atau internasional. Tim yang dapat mengikutinya pun adalah tim dengan VP 9-12.

Dengan pengalaman yang didapat di kegiatan ini, tim UBL bersiap lebih baik lagi agar dapat meraih prestasi yang lebih baik lagi pada kegiatan NUDC tahun 2019.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*